Pabrik jalan tiga shift, tapi datanya masih pindah lewat spreadsheet dan grup chat. Bagian dari pekerjaan kami di sektor manufaktur adalah menutup jarak antara lantai produksi dan kantor pusat, tanpa memaksa operator belajar aplikasi rumit.
Pola masalah yang berulang di sektor ini, ditulis tanpa menyebut nama perusahaan mana pun.
Jadwal shift berputar, lembur dihitung manual, dan rekap baru selesai berhari-hari setelah periode gaji ditutup.
Output per line dicatat di kertas atau spreadsheet lokal, sehingga kantor pusat selalu melihat angka kemarin, bukan angka hari ini.
Sebagian area produksi sinyalnya lemah, jadi aplikasi yang mengharuskan online terus-menerus tidak bisa dipakai di lapangan.
Pencatatan disimpan di perangkat lebih dulu, lalu disinkronkan begitu jaringan kembali. Operator tidak menunggu sinyal untuk bekerja.
Pola shift dan aturan lembur dijadikan konfigurasi, bukan hafalan admin, sehingga perhitungan konsisten antar periode.
Data dari setiap lokasi masuk ke satu tampilan sehingga manajemen membaca angka yang sama dengan kepala produksi.
Lingkup disesuaikan per perusahaan. Daftar ini adalah modul yang paling sering diminta di sektor Manufaktur.
Hasil ditulis sebagai perubahan cara kerja, bukan angka persentase, karena besarannya berbeda di tiap perusahaan.
Rekap absensi dan lembur tersusun mengikuti periode gaji, tidak lagi dirakit ulang tiap bulan.
Kantor pusat dan lokasi produksi membaca sumber data yang sama, sehingga rapat tidak habis untuk mencocokkan versi.
Setiap koreksi data meninggalkan catatan siapa dan kapan, yang dibutuhkan saat audit internal maupun eksternal.
Bisa. Aplikasi lapangan dirancang menyimpan data di perangkat lebih dulu dan menyinkronkannya saat jaringan tersedia, sehingga pencatatan tidak berhenti ketika sinyal hilang.
Pola shift dan aturan lembur dikonfigurasi di sistem, bukan dihitung manual, sehingga perhitungan tetap konsisten meski jadwal berubah setiap minggu.
Bisa. Integrasi dilakukan lewat API atau pertukaran berkas terjadwal, tergantung sistem payroll yang dipakai perusahaan.
Bergantung pada jumlah lokasi dan kompleksitas aturan shift. Kami mulai dari satu lokasi percontohan agar aturan sempat diuji dengan data nyata sebelum diperluas.