Barang bergerak lebih cepat daripada laporannya. Di sektor logistik, pekerjaan kami berkisar pada satu hal: membuat status barang di sistem sama dengan posisi barang sebenarnya, sejak keluar gudang sampai diterima.
Pola masalah yang berulang di sektor ini, ditulis tanpa menyebut nama perusahaan mana pun.
Status baru diperbarui setelah kurir kembali ke kantor, sehingga pelanggan menanyakan posisi barang yang belum tercatat.
Stok fisik dan stok sistem berbeda karena pencatatan keluar-masuk dilakukan menyusul, bukan saat kejadian.
Bukti terima berupa foto dan tanda tangan tersimpan di perangkat masing-masing kurir dan sulit ditelusuri saat ada klaim.
Foto, tanda tangan, dan lokasi tercatat di titik serah terima, langsung menempel pada nomor pengiriman.
Keluar-masuk barang dicatat saat terjadi lewat pemindaian, bukan direkap di akhir hari.
Status yang sama yang dilihat operasional juga dilihat pelanggan, sehingga pertanyaan status berkurang dengan sendirinya.
Lingkup disesuaikan per perusahaan. Daftar ini adalah modul yang paling sering diminta di sektor Logistik & Distribusi.
Hasil ditulis sebagai perubahan cara kerja, bukan angka persentase, karena besarannya berbeda di tiap perusahaan.
Pembaruan status terjadi di lapangan, bukan setelah kurir kembali ke kantor.
Bukti terima tersimpan menempel pada pengiriman, sehingga penelusuran saat klaim tidak lagi mencari-cari di perangkat kurir.
Setiap pergerakan barang punya waktu dan pelaku, sehingga selisih bisa dilacak sampai transaksinya.
Bisa. Bukti terima dan pembaruan status disimpan di perangkat lalu disinkronkan saat jaringan tersedia, sehingga kurir tidak tertahan di area tanpa sinyal.
Bisa, lewat halaman pelacakan yang membaca status yang sama dengan sistem operasional.
Pemindaian barcode adalah alur bawaannya. Jika format kode sudah ada, sistem mengikuti format tersebut, bukan sebaliknya.
Bisa lewat API atau pertukaran berkas terjadwal, disesuaikan dengan kemampuan integrasi ERP yang dipakai.