Rencana backup yang tahan ransomware untuk bisnis menengah dengan software custom punya empat bagian: daftar lengkap apa yang dicadangkan (database, file unggahan, konfigurasi, dan kode), setidaknya satu salinan yang tidak bisa diubah atau dihapus dari jaringan kantor, latihan pemulihan yang dijadwalkan dan dicatat waktunya, serta dua angka yang disepakati manajemen: berapa banyak data yang boleh hilang dan berapa lama sistem boleh mati. Tanpa latihan pemulihan, Anda belum punya rencana. Yang Anda punya baru file backup yang belum pernah diuji.
Kenapa backup biasa tidak cukup lagi
Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) mencatat sekitar 3,1 miliar anomali trafik di ruang siber Indonesia sampai Oktober 2026, dan lebih dari 85 persen terkait malware, menurut Deputi BSSN Bondan Widiawan yang dikutip Bisnis.com (14 Oktober 2026). Angka ini menghitung anomali trafik, bukan serangan yang berhasil. Berapa yang benar-benar menembus sistem tidak disebut.
Yang lebih relevan untuk pemilik bisnis adalah cara ransomware bekerja sekarang. Dalam whitepaper yang dirilis 29 September 2026, ITSEC Asia mencatat satu insiden di mana sedikitnya sepuluh komputer sudah dikuasai sebelum file mulai dikunci. Penyerang memakai akses jarak jauh, mengumpulkan kredensial, dan berpindah dari satu mesin ke mesin lain. Awal Oktober, Presiden Direktur ITSEC Asia Patrick Dannacher menyebut ransomware dan phishing masih menjadi ancaman dominan di perbankan, kini dipercepat dengan AI (Infobanknews, 9 Oktober 2026). Di Konferensi Tingkat Menteri ASEAN tentang Keamanan Siber ke-11 di Singapura pertengahan Oktober, ransomware dan ancaman berbasis AI masuk daftar pembahasan, dan Kepala BSSN Nugroho Sulistyo Budi mendorong pengembangan kapasitas untuk menghadapi ancaman berbasis AI, menurut Republika dan Okezone.
Kalau penyerang sudah berhari-hari di jaringan Anda dengan kata sandi admin, backup yang bisa dijangkau dari jaringan itu ikut terancam. Hard disk eksternal yang selalu tercolok ke server dan folder backup di server yang sama tidak menolong.
Apa yang harus dicadangkan
Banyak perusahaan hanya mencadangkan database. Database memang yang paling penting, tetapi sistem tidak bisa jalan hanya dengan database. Ini daftar minimal untuk software custom:
- Database produksi, lengkap dengan cara memulihkannya ke titik waktu tertentu kalau database Anda mendukungnya.
- File yang diunggah pengguna: foto, dokumen, lampiran. Biasanya disimpan terpisah dari database dan sering terlupa.
- Konfigurasi server dan aplikasi, termasuk variabel lingkungan dan sertifikat. Kata sandinya disimpan terpisah dan terenkripsi.
- Kode sumber di repositori yang dimiliki perusahaan Anda, beserta versi yang sedang berjalan di produksi.
- Dokumen langkah membangun ulang server dari nol, yang ditulis supaya orang lain selain developer aslinya bisa mengikutinya.
Pola yang lazim dipakai adalah 3-2-1: tiga salinan data, di dua jenis media atau layanan berbeda, satu di luar lokasi. Untuk ransomware, tambahkan satu syarat: salah satu salinannya offline atau immutable. Immutable artinya selama masa simpan yang ditentukan, salinan itu tidak bisa diubah atau dihapus, bahkan oleh akun admin. Banyak layanan penyimpanan cloud menyediakan fitur ini, biasanya disebut object lock atau retention lock. Tanyakan ke vendor atau penyedia hosting Anda apakah backup Anda memakainya.
RPO dan RTO dalam bahasa rapat direksi
Dua istilah ini sering membuat diskusi macet, padahal maknanya sederhana. RPO adalah berapa banyak data terakhir yang rela Anda hilangkan. Kalau backup jalan tiap malam, RPO Anda kira-kira satu hari: transaksi sejak backup terakhir harus diinput ulang dari kertas, email, atau ingatan orang. RTO adalah berapa lama sistem boleh mati sebelum kerugiannya tidak bisa diterima.
Yang memutuskan angka ini manajemen, karena yang dipertaruhkan adalah omzet dan pelanggan. Sistem kasir toko dan sistem laporan bulanan tidak butuh angka yang sama. Makin kecil angkanya makin mahal, karena butuh backup lebih sering, server cadangan yang siap pakai, dan orang yang siaga. Mintalah vendor menghitung biaya untuk dua atau tiga pilihan, lalu putuskan per sistem.
| Jenis sistem | Contoh pertanyaan untuk manajemen | Arah RPO/RTO |
|---|---|---|
| Transaksi harian (kasir, order, pembayaran) | Berapa jam kami sanggup berhenti menerima order? | Ketat, dalam hitungan jam |
| Operasional (stok, absensi, gudang) | Bisakah kami bekerja manual satu sampai dua hari? | Menengah |
| Laporan dan arsip | Apa yang rusak kalau laporan ini terlambat seminggu? | Longgar |
Latihan pemulihan dan keputusan soal tebusan
Jadwalkan latihan pemulihan, minimal sekali per kuartal untuk sistem utama. Ambil backup dari salinan offline atau immutable, pulihkan ke server terpisah, lalu minta staf operasional memeriksa apakah data terakhir yang terlihat cocok. Catat berapa jam prosesnya dari awal sampai aplikasi bisa dipakai. Angka itulah RTO Anda yang sebenarnya, dan hampir selalu lebih lama dari perkiraan di atas kertas.
Putuskan juga sebelum kejadian siapa yang berwenang memutuskan membayar tebusan atau tidak. Keputusan ini menyangkut uang, hukum, dan reputasi, jadi pemiliknya direksi, bukan tim IT atau vendor. Pembayaran tidak menjamin data kembali utuh atau tidak dijual, dan kalau ada data pribadi yang terungkap, kewajiban pemberitahuan dalam UU Pelindungan Data Pribadi tetap berjalan (tenggat dan pembagian peran dengan vendor kami bahas di pertanyaan keamanan untuk vendor software). Bisnis yang latihan pemulihannya berhasil punya pilihan untuk menolak membayar. Yang belum pernah latihan biasanya tidak tahu apakah mereka punya pilihan itu.
Yang bisa Anda tanyakan ke vendor bulan ini
- Apa saja yang dicadangkan selain database, dan di mana salinannya disimpan?
- Apakah ada salinan yang tidak bisa dihapus oleh akun admin server kami?
- Kapan terakhir kali backup dipulihkan sampai aplikasi jalan, dan berapa lama prosesnya?
- Kalau server produksi terkunci malam ini, siapa yang memulai pemulihan dan dari salinan mana?
- Berapa biaya tambahan kalau RPO kami dipersingkat dari satu hari menjadi satu jam?
Biaya backup dan latihan pemulihan sebaiknya masuk anggaran rutin sejak awal, sama seperti biaya lain setelah sistem berjalan yang kami bahas di biaya lanjutan software custom setelah go-live. Digieco (PT Javaman Digieco International) membangun software custom dan aplikasi mobile dari Jakarta dan Medan, dan untuk sistem yang kami pegang, rencana pemulihan ini kami susun dan uji bersama klien. Rencana yang sama bisa dijalankan oleh vendor mana pun, asalkan ada yang menjadwalkan latihannya dan mencatat hasilnya.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apakah backup ke hard disk eksternal sudah cukup untuk menghadapi ransomware?
Tidak, kalau hard disk itu selalu tercolok ke server. Penyerang yang sudah memegang akses admin bisa mengunci atau menghapusnya juga. Simpan setidaknya satu salinan yang offline atau immutable, yang tidak bisa diubah selama masa simpannya.
Apa beda RPO dan RTO?
RPO adalah berapa banyak data terakhir yang rela hilang, misalnya transaksi satu hari kalau backup jalan tiap malam. RTO adalah berapa lama sistem boleh mati sebelum kerugiannya tidak bisa diterima. Keduanya diputuskan manajemen, lalu vendor menghitung biayanya.
Seberapa sering latihan pemulihan perlu dilakukan?
Untuk sistem utama, kami sarankan minimal sekali per kuartal. Pulihkan dari salinan offline atau immutable ke server terpisah, catat waktunya, dan minta staf operasional memeriksa datanya.
Siapa yang memutuskan membayar tebusan ransomware?
Direksi, karena keputusannya menyangkut uang, hukum, dan reputasi. Tetapkan orangnya sebelum kejadian. Membayar tidak menjamin data kembali utuh, dan kewajiban pemberitahuan kebocoran data pribadi tetap berlaku.
Butuh tim yang mengerjakan ini untuk Anda?
Javaman Digieco menyediakan dedicated team, staff augmentation, dan pengembangan software custom untuk perusahaan di Jakarta, Medan, dan seluruh Indonesia.
Hubungi Kami Sekarang